BWP INOVASI

Kenapa Banyak Website Bisnis Sebenarnya Rapuh (Dan Pemiliknya Tidak Sadar)

Banyak pemilik bisnis merasa tenang selama website mereka masih bisa dibuka. Selama halaman tampil dan formulir terlihat normal, mereka menganggap semuanya baik baik saja.

Padahal kenyataannya, banyak website bisnis berdiri di atas fondasi yang rapuh.

Masalahnya bukan karena teknologi buruk. Masalahnya karena risiko tersembunyi yang jarang terlihat sampai terjadi insiden.

Dan ketika insiden terjadi, dampaknya bisa langsung terasa: lead hilang, reputasi turun, tim panik, bahkan potensi revenue ikut terganggu.

Mari kita lihat beberapa titik lemah yang paling sering terjadi.

1. Single Point of Failure: Ketergantungan pada Satu Titik

Banyak website bergantung pada satu orang, satu server, atau satu konfigurasi tanpa cadangan.

Contohnya:

  • hanya developer yang tahu akses server
  • tidak ada dokumentasi teknis
  • hosting tanpa redundansi
  • DNS tidak dikelola dengan baik

Jika satu titik ini bermasalah, seluruh website ikut terdampak.

Dalam dunia operasional, ini disebut single point of failure, dan ini adalah salah satu risiko terbesar dalam infrastruktur digital.

Website terlihat normal… sampai sesuatu terjadi.

2. Backup Ada, Tapi Tidak Pernah Dites

Ini klasik.

Banyak bisnis merasa aman karena “backup sudah aktif”.

Masalahnya, backup yang tidak pernah diuji sama saja seperti asuransi yang belum tentu bisa digunakan.

Beberapa risiko yang sering terjadi:

  • file backup rusak
  • database tidak lengkap
  • proses restore gagal
  • backup tidak mencakup konfigurasi penting

Saat website crash, baru disadari bahwa backup tidak bisa dipakai.

Backup bukan sekadar jadwal otomatis. Backup harus diuji secara berkala.

3. Email Deliverability: Risiko yang Sering Diabaikan

Banyak bisnis bergantung pada email untuk:

  • notifikasi klien
  • konfirmasi transaksi
  • komunikasi internal
  • pengiriman lead

Namun tanpa konfigurasi yang benar seperti SPF, DKIM, dan DMARC, email bisa masuk spam tanpa disadari.

Akibatnya:

  • prospek tidak pernah menerima balasan
  • komunikasi terputus
  • peluang bisnis hilang

Masalah ini sering tidak terlihat karena tidak ada alarm.

4. Keamanan Website yang Bersifat Reaktif

Banyak website hanya memperhatikan keamanan setelah terjadi masalah.

Contohnya:

  • plugin tidak pernah diupdate
  • tidak ada monitoring login
  • tidak ada firewall aplikasi
  • tidak ada audit keamanan

Padahal ancaman seperti brute force, malware injection, dan vulnerability exploit terjadi setiap hari di internet.

Website bisnis bukan target kecil. Justru sering jadi target empuk

Kenapa Masalah Ini Berbahaya?

Karena website bukan sekadar aset digital.

Website adalah:

  • pintu masuk pelanggan
  • representasi brand
  • alat komunikasi utama
  • sistem operasional

Ketika website bermasalah, dampaknya tidak hanya teknis. Dampaknya bisnis.

Tanda Website Anda Perlu Diperiksa

Jika salah satu kondisi ini terjadi, ada baiknya segera audit:

  • tidak yakin backup bisa direstore
  • tidak tahu siapa yang pegang akses penuh
  • tidak pernah cek konfigurasi email
  • tidak ada monitoring uptime
  • update hanya dilakukan sesekali

Kesadaran adalah langkah pertama untuk mengurangi risiko.

Cara Membuat Website Lebih Tangguh

Beberapa langkah sederhana namun penting:

  • audit infrastruktur secara berkala
  • uji backup restore
  • dokumentasikan akses dan konfigurasi
  • aktifkan monitoring uptime
  • lakukan update dan patch rutin
  • perkuat keamanan login dan server

Pendekatan proaktif jauh lebih murah dibandingkan memperbaiki kerusakan.

Website yang Stabil Adalah Fondasi Bisnis Digital

Banyak bisnis fokus pada desain dan fitur, tetapi melupakan stabilitas.

Website yang terlihat bagus belum tentu siap menghadapi gangguan.

Memastikan website aman, stabil, dan terkelola dengan baik bukan hanya urusan teknis. Ini bagian dari strategi bisnis jangka panjang.

Karena pada akhirnya, website yang tangguh memberi satu hal yang paling berharga: ketenangan.

FAQ

Apakah semua website bisnis berisiko mengalami gangguan?

Ya. Tanpa pengelolaan yang baik, semua website memiliki risiko downtime, keamanan, dan kegagalan sistem.

Seberapa sering backup perlu diuji?

Idealnya secara berkala, misalnya setiap beberapa bulan, untuk memastikan proses restore berjalan dengan baik.

Kenapa email bisnis bisa masuk spam?

Biasanya karena konfigurasi autentikasi email seperti SPF, DKIM, dan DMARC belum disiapkan dengan benar.

Apakah maintenance website itu penting?

Sangat penting untuk menjaga keamanan, performa, dan stabilitas operasional website.

GET WEEKLY FOUNDER INSIGHTS

Vision, opinion, dan breakdown bisnis digital langsung  ke inbox Anda setiap minggu.

Subscription-Newsletter

GET WEEKLY FOUNDER INSIGHTS

Vision, opinion, dan breakdown bisnis digital langsung  ke inbox Anda setiap minggu.

Subscription-Newsletter